“Saya matur nuwun atas kepercayaan dan dawuh para kiai serta sahabat-sahabat PCNU. Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi soal khidmah. Jika para masyayikh dan jam’iyah memang menghendaki dan memberi amanah, insyaallah saya siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting, NU harus kembali guyub, solid, dan fokus melayani umat,” ucap Gus Yusuf.
Gus Yusuf juga menitipkan pesan penting agar Muktamar NU kelak menjadi ajang konsolidasi yang menyejukkan.
“NU ini pesantren besar kita bersama. Muktamar harus menjadi jalan untuk menyatukan, bukan memisahkan. Siapa pun yang diberi amanah, tugas utamanya adalah membuat NU semakin guyub dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh umat,” pungkasnya.
Deklarasi maklumat ini turut disaksikan oleh berbagai elemen kultural NU, di antaranya kiai-kiai sepuh dari berbagai daerah di Jateng, Himpunan Alumni Santri Lirboyo, IMAP Itiihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso, serta Alumni API Tegalrejo.
Adapun 22 PCNU yang tergabung dalam barisan pendukung Gus Yusuf berasal dari: Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Cilacap, Salatiga, Demak, Kudus, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Kota Surakarta. (*)