Setiap laporan yang diterima akan diverifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan di lapangan. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan penyaluran bantuan air bersih.
Dukungan penanganan juga diberikan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Perusahaan daerah tersebut siap berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu distribusi air menggunakan armada tangki ke wilayah yang membutuhkan.
Penyaluran akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, kondisi wilayah, serta ketersediaan armada dan sumber air.
Selain berdampak pada kebutuhan air bersih warga, musim kemarau juga memengaruhi ketersediaan air baku untuk pelayanan Perumda Air Minum Tirta Moedal.
Penurunan debit air baku terjadi di SPAM Kudu sehingga turut memengaruhi kapasitas produksi dan distribusi, khususnya di sejumlah wilayah Semarang Timur.
Perumda Air Minum Tirta Moedal terus melakukan pemantauan terhadap sumber air baku sembari mengoptimalkan kapasitas produksi dan distribusi kepada pelanggan.
“Pada musim kemarau saat ini terdapat penurunan ketersediaan air baku di SPAM Kudu yang berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air di sebagian wilayah pelayanan. Kami terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pelayanan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,” demikian pernyataan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang.
Bagi pelanggan yang mengalami gangguan aliran air, laporan dapat disampaikan melalui Call Center 0800 1503 888, WhatsApp 0811 2680 060, maupun kanal media sosial resmi Tirta Moedal.
Agustina turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.
Warga juga diminta menyiapkan tampungan air secukupnya ketika aliran tersedia, terutama di kawasan yang mengalami penurunan pasokan.