Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan inovasi pengolahan yang mampu meningkatkan kualitas sekaligus memperpanjang daya simpan produk.
Menurut Heri, Kabupaten Wonosobo memiliki potensi besar untuk mengembangkan hilirisasi karena ditopang sektor pertanian dan perkebunan serta berbagai produk lokal. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki daya saing lebih tinggi.
"Wonosobo memiliki banyak produk unggulan. Jangan berhenti pada produksi dan penjualan bahan mentah. Kita harus berpikir bagaimana produk itu bisa diolah menjadi produk jadi yang memiliki pasar lebih luas," ujarnya.
Heri menambahkan, pengembangan hilirisasi juga harus dibarengi dengan penguatan pemasaran, termasuk memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen di luar daerah.
Dengan demikian, produk lokal tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, tetapi dapat menembus pasar nasional bahkan internasional.
Ia berharap penguatan hilirisasi mampu menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat, di mana petani, UMKM, tenaga kerja, hingga pelaku distribusi mendapatkan manfaat dari meningkatnya nilai produk.
"Tujuan akhirnya bukan hanya membuat produk menjadi lebih mahal, tetapi menciptakan nilai tambah yang dinikmati masyarakat. Kalau hilirisasi berjalan, ekonomi lokal tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan produk Jawa Tengah semakin mampu bersaing," pungkas Heri. (*)