KONTENSEMARANG.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang menjadi destinasi wisata air.
Langkah ini diproyeksikan dapat memperkuat kawasan aglomerasi pariwisata Borobudur–Kopeng–Rawa Pening.
Dukungan tersebut disampaikan Luthfi saat menerima audiensi Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, dan calon investor PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir asal Cilacap di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (25/6).
Meski menyambut baik ketertarikan investor domestik tersebut, Luthfi mengingatkan pentingnya aspek konservasi dan koordinasi lintas instansi dalam proses pembangunannya.
“Borobudur, Kopeng, Rawapening ini menjadi satu aglomerasi yang akan kita kembangkan. Namun memang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak, karena Rawapening juga kawasan konservasi,” kata Luthfi.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa investor berencana membangun sejumlah fasilitas penunjang wisata, mulai dari rumah makan apung, vila, keramba, hingga aneka wahana permainan air.
“Harapannya, Rawa Pening menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah,” kata Ngesti.
Sementara itu, Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Miskun, menyebut bahwa perusahaannya melihat peluang wisata perairan yang besar di Rawa Pening. Ia juga mengungkapkan adanya instruksi gubernur terkait percepatan realisasi investasi.
“Beliau tadi menyampaikan supaya secepatnya disegerakan, jangan terlalu lama,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menegaskan perlunya kehati-hatian dalam mengembangkan kawasan aglomerasi ini.
Pihaknya akan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum guna memetakan zonasi antara area wisata dan wilayah konservasi.
Kawasan ini nantinya juga akan menerima investasi sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang, sehingga aspek pariwisata, konservasi, dan manajemen tata air dapat berjalan selaras.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa kita lihat site plan-nya. Karena Rawa Pening ini kewenangan Kementerian PU, tapi tetap kita bisa masuk,” katanya. (*)