Tri menambahkan, pengembangan sistem energi dan penyediaan air bersih di Karimunjawa tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Energi yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penyediaan air bersih melalui teknologi filtrasi atau desalinasi, penyimpanan hasil tangkapan nelayan melalui cold storage, hingga mendukung konsep green tourism di kawasan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan layanan air bersih, salah satunya melalui pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) dan teknologi pengolahan air.
Ia menilai, teknologi penyediaan air bersih akan sangat membantu pengembangan pariwisata di Karimunjawa yang selama ini masih terkendala keterbatasan sumber air.
“Karimun Jawa itu ada area yang terumbu karangnya masih bagus banget, nah kendalanya air. Jadi tidak ada sumber air bersihnya termasuk untuk mandi di Pulau Tengah. Kalau dibawa ke sana top,” katanya. (*)