Konten Semarang
Regional

Jateng Jadi Provinsi Pertama Terapkan Pendidikan Koperasi Terintegrasi untuk 6,38 Juta Siswa

Jawa Tengah meluncurkan pendidikan koperasi terintegrasi untuk 6,38 juta siswa guna menanamkan nilai gotong royong dan kewirausahaan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

Ia menilai pendidikan koperasi memiliki peran penting dalam memperkenalkan kembali konsep ekonomi Pancasila kepada generasi muda. Karena itu, Ferry berharap langkah yang dilakukan Jawa Tengah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, koperasi tidak hanya identik dengan aktivitas simpan pinjam, tetapi juga merupakan badan usaha yang mencerminkan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan yang menjadi identitas bangsa.

“Koperasi penting dikenalkan karena bisa menjadi alternatif penyediaan lapangan pekerjaan bagi milenial, Gen Z, generasi muda, hingga generasi Alpha yang sekarang masih sekolah,” katanya saat doorstop.

Dukungan juga datang dari Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI, Toni Toharudin. Ia menilai pendidikan koperasi memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan perkoperasian sesungguhnya bukan sekadar mengajarkan cara membentuk koperasi sekolah, dan bukan pula hanya mengenalkan sejarah Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Lebih dari itu, pendidikan perkoperasian adalah proses menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, kemandirian, serta semangat membangun kesejahteraan bersama,” kata Toni.

Ia menambahkan bahwa pendekatan insersi memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari tanpa menambah beban kurikulum yang telah ada.

“Pendekatan ini memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih otentik, tanpa harus menambah beban kurikulum atau menciptakan mata pelajaran baru,” ujarnya saat sambutan.

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung implementasi program tersebut melalui berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

“Kementerian Agama bersama seluruh lembaga pendidikannya siap mendukung gagasan cerdas yang dimunculkan oleh Gubernur Jawa Tengah,” kata dia.

Menurut Nasaruddin, semangat koperasi memiliki keselarasan dengan nilai-nilai keagamaan yang menekankan gotong royong, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi. Bahkan, konsep koperasi dapat dikembangkan lebih luas melalui masjid, pondok pesantren, organisasi keagamaan, hingga berbagai rumah ibadah sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Halaman 2 dari 3