Konten Semarang
Regional

Jawa Tengah Genjot Produksi Pangan 2026, Jagung Ditarget Tembus 3,7 Juta Ton

Pemprov Jateng mengapresiasi peran Polri dalam ketahanan pangan lewat panen raya jagung, gudang pangan, dan SPPG.

Di sisi infrastruktur, Polri memperluas pembangunan gudang ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas stok dan harga komoditas strategis. Sebelumnya, 18 gudang telah dibangun di 12 provinsi dan tahun ini kembali dimulai pembangunan 10 gudang baru.

“Total gudang ketahanan pangan Polri nantinya mencapai 28 unit dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton dan satu unit berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai Juni 2026,” kata Kapolri.

Ia menambahkan, gudang tersebut tidak hanya difungsikan untuk penyimpanan jagung, tetapi juga komoditas pangan penting lainnya seperti beras.

Polri juga terus memperluas dukungan terhadap program makan bergizi gratis melalui pembangunan SPPG. Hingga Mei 2026, jumlah SPPG Polri mencapai 1.376 unit, terdiri atas 736 unit operasional, 172 unit tahap persiapan operasional, dan 468 unit dalam proses pembangunan.

Apabila seluruh fasilitas tersebut beroperasi penuh, diperkirakan mampu melayani 3,44 juta penerima manfaat sekaligus membuka sekitar 68 ribu lapangan kerja.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sektor pangan bagi stabilitas negara.

“Kita harus bekerja keras supaya semuanya aman, tertib, dan lancar. Aman dan tertib suatu negara sangat ditentukan oleh pangan,” kata Prabowo.

Ia menilai swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, petani, BUMN, hingga TNI dan Polri yang turun langsung ke lapangan.

“Saya melihat peran Polri luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan demi mendukung target produksi pangan tahun 2026. Produksi padi ditargetkan mencapai 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), sedangkan produksi jagung dipatok sebesar 3,7 juta ton.

Halaman 2 dari 3