"Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dan penerimaan Jawa Tengah untuk membangun ekosistem halal di Jawa Tengah," ujarnya.
Ia mengungkapkan, capaian sertifikasi halal Jawa Tengah saat ini menempati posisi kedua secara nasional. Sertifikasi ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen dalam memilih produk.
"Seiring dengan itu, halal bukan lagi semata-mata urusan agama, tetapi jadi trend gaya hidup. Kalau konsumen tidak tenang dan tidak nyaman, jadi tidak mau belanja. Akibatnya, produknya ditinggal konsumen," ujarnya.
Lebih lanjut, Aqil berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan anggaran melalui APBD untuk mendukung fasilitasi sertifikasi halal. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga menembus pasar ekspor karena telah memenuhi standar kesehatan dan kehalalan.
Dalam kesempatan tersebut, BPJPH juga menerima secara simbolis hibah aset dari Pemprov Jawa Tengah. Selain itu, dilakukan pula kesepakatan bersama dengan 35 kabupaten/kota guna memperkuat dukungan terhadap percepatan sertifikasi halal di masing-masing daerah.