Konten Semarang
Semarang

Konflik Sosial RT/RW Tak Boleh Hambat Layanan Warga Semarang

Dispendukcapil Semarang pastikan urusan administrasi warga tak boleh terhambat masalah sosial RT/RW. Lurah bisa gunakan hak diskresi.

Konflik Sosial RT/RW Tak Boleh Hambat Layanan Warga Semarang
Konflik Sosial RT/RW Tak Boleh Hambat Layanan Warga Semarang

“Misalnya ada yang sakit, UHC atau BPJS non-aktif butuh keterangan dari bawah, maka lurah bisa melihat dan cek di SIAK. Kalau benar penduduknya, maka bisa dilayani dulu,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Yudi mendorong adanya pembekalan regulasi yang rutin bagi pengurus RT/RW, terutama bagi mereka yang baru menjabat. 

Hal ini penting agar tidak ada lagi salah kaprah terkait aturan pelayanan. Di sisi lain, warga juga diminta proaktif mencari solusi ke tingkat atas bila menemui jalan buntu di lingkungannya.

“Jika sebuah masalah sulit dirembug di level RT/RW, warga disarankan sesegera mungkin menghubungi lurah agar mendapat penanganan yang cepat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Pemkot Semarang angkat 297 PNS formasi 2025. Didominasi Generasi Z, ASN baru diharapkan perkuat pelayanan publik.
Semarang • 09 Juni 2026

Pemkot Semarang Angkat 297 PNS Baru, Didominasi Generasi Z

Rekomendasi Redaksi