Konten Semarang
Semarang

Luncurkan E-SANKEM dan Santuni Yatim, Bukti Pemkot Semarang Hadir

Walkot Semarang santuni 1.000 yatim dan rilis aplikasi E-SANKEM. Inovasi ini permudah warga urus klaim santunan kematian tanpa birokrasi.

Luncurkan E-SANKEM dan Santuni Yatim, Bukti Pemkot Semarang Hadir
Luncurkan E-SANKEM dan Santuni Yatim, Bukti Pemkot Semarang Hadir

KONTENSEMARANG.COMWali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama kelompok rentan dan keluarga yang tengah berduka. 

Komitmen ini disampaikannya dalam agenda Penyaluran Santunan bagi 1.000 Anak Yatim Piatu sekaligus peluncuran aplikasi Elektronik Santunan Kematian (E-SANKEM) oleh Dinas Sosial Kota Semarang, Kamis (25/6).

Agustina menekankan bahwa pembangunan kota yang berkeadilan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, melainkan juga penguatan program perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan.

"Hari ini kita ingin memastikan bahwa anak-anak yatim tetap memiliki harapan dan masa depan. Pemerintah Kota Semarang hadir untuk mendampingi mereka. Begitu juga ketika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, pemerintah harus hadir untuk membantu dan meringankan bebannya," ujar Agustina.

Dalam acara yang berkolaborasi dengan Yayasan Al Fatihah untuk menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut, diserahkan bantuan berupa uang saku, paket sembako, dan buku Iqro'.

Agustina menilai perhatian kepada anak yatim adalah bentuk investasi sosial untuk masa depan Semarang.

"Kita ingin anak-anak ini tetap percaya bahwa masa depan mereka cerah. Tugas kita bersama, pemerintah dan masyarakat, adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, peluncuran aplikasi E-SANKEM menjadi wujud nyata transformasi digital Pemkot Semarang.

Inovasi ini mengubah proses pengajuan santunan kematian dari sistem manual menjadi layanan elektronik yang terintegrasi, transparan, cepat, dan dapat dipantau secara *real-time*.

"Saat keluarga sedang berduka, mereka seharusnya tidak dibebani proses birokrasi yang panjang dan berbelit. Pemerintah harus hadir membantu, mempermudah, dan memberikan pelayanan yang cepat sehingga masyarakat dapat fokus mendampingi keluarganya," tegasnya.

Agustina berharap, digitalisasi layanan publik ini dapat memberikan manfaat langsung yang lebih humanis bagi warga.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Semarang.

"Kota yang hebat adalah kota yang tidak membiarkan warganya menghadapi kesulitan sendirian. Ketika ada anak yang membutuhkan perhatian, kita hadir. Ketika ada keluarga yang berduka, kita hadir. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan yang lebih baik, pemerintah harus hadir dengan solusi. Itulah Semarang yang terus kita bangun bersama," pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Artikel Selanjutnya

Kuota SD Sekolah Rakyat Masih Kurang, Dinsos Semarang Jemput Bola
Semarang • 25 Juni 2026

Kuota SD Sekolah Rakyat Masih Kurang, Dinsos Semarang Jemput Bola

Rekomendasi Redaksi