Seiring dengan upaya tersebut, ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
“Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Musri’ah mengaku terpaksa mengungsi setelah rumahnya terdampak banjir.
Ia menyebut air datang secara tiba-tiba saat tanggul tak lagi mampu menahan arus.
“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol,” bebernya.
Menjelang sore, ketinggian air terus meningkat hingga warga harus dievakuasi menggunakan perahu. “Setelah ashar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada,” ujarnya. (*)