Hal serupa juga disampaikan pengrajin asal Klaten. Ketua PD Ipemi Klaten, Erlyn Eko Yustini, mengatakan pihaknya membawa berbagai produk seperti batik tulis shibori, kain lurik, serta aneka makanan.
“Tadi Ibu Nawal beli satu set baju batik terus ada beberapa kain (lurik) gitu. Kalau batik ini kan shibori dan ada batik tulisnya, jadi kita memang menjaga batik itu tetap handmade ya,” beber dia.
Erlyn menambahkan, Ipemi Klaten terus mendorong pelaku usaha mikro untuk mempertahankan keunikan produk melalui proses produksi manual berbasis keterampilan pengrajin.
“Harapannya kita tetap di-support, mungkin dengan bazar-bazar, pameran, terus dari instansi-instansi juga bisa order ke UMKM-UMKM, jadi semua bisa bergerak gitu,” harap Erlyn.
Sementara itu, Nawal Arafah Yasin menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pemberdayaan UMKM perlu terus diperkuat karena berperan penting dalam mendorong perekonomian daerah.
Ia juga berharap Dekranasda dan Ipemi Jateng terus berkolaborasi tidak hanya dalam memfasilitasi, tetapi juga membina pelaku UMKM perempuan secara berkelanjutan.
“Pengusaha muslimah di Jawa Tengah turut andil dalam mendampingi kemandirian pelaku UMKM perempuan. Mudah-mudahan Ipemi dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat,” harap Nawal. (*)