Selain itu, Nawal menyoroti masih adanya persoalan kemiskinan di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian.
Meski angka kemiskinan menurun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025, upaya penanganan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin terus berupaya menekan angka kemiskinan melalui berbagai program prioritas.
Lebih lanjut, Nawal menyatakan komitmennya untuk melibatkan Ipemi dalam berbagai pelatihan usaha bersama TP PKK, Dekranasda, dan BKOW sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi terima kasih untuk Ipemi, harapannya selalu berkontribusi untuk perkembangan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Ipemi Jawa Tengah, Lies Iswar Aminuddin, melaporkan bahwa dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebanyak 22 pengurus daerah telah terbentuk, sedangkan 13 lainnya masih dalam proses pembentukan.
Ia berharap, tahun ini Ipemi dapat terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah sehingga mampu bersinergi secara maksimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mari gerak langkah kita mantapkan untuk tetap bersatu hati, bersatu langkah, bersama-sama, saling menopang dan memberikan kekuatan bagi kita untuk berkarya di Ipemi Jawa Tengah,” harapnya. (*)