Menanggapi hal tersebut, Luthfi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengalokasikan bantuan sekitar Rp4,1 miliar untuk Kabupaten Karanganyar pada Juni 2026.
Bantuan itu mencakup perbaikan irigasi tersier, penyediaan traktor, mesin pengering padi, benih jagung dan tebu, serta kebutuhan lainnya.
"Biar nanti distribusinya sama Bupati," kata Ahmad Luthfi yang dijawab dengan ucapan terima kasih dari para petani.
Ia juga menanyakan ketersediaan pupuk, dan merasa lega setelah mengetahui bahwa distribusinya berjalan lancar dan mudah diperoleh petani.
Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa pada 2026 Pemprov Jawa Tengah memprioritaskan program swasembada pangan.
Oleh karena itu, berbagai sarana dan infrastruktur pendukung terus didorong untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
"Pemprov sudah menyiapkan pompanya, tinggal nanti bapak-bapak cari sumber airnya. Kalau nanti ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi ke kami nanti diteruskan ke Jasindo," katanya.
Sementara itu, perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Admin, mengapresiasi cara pendekatan yang dilakukan Ahmad Luthfi.
"Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani. Kalau petani diperhatikan, hasilnya akan optimal,” ujarnya. (*)