Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin mengapresiasi lahirnya Forum Santri Anak dan menilai keberadaannya penting untuk memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak kini semakin beragam dan dapat terjadi di berbagai lingkungan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di ruang sosial dan keluarga.
“Kekerasan anak sekarang muncul di banyak tempat, bahkan sampai tingkat TK dan SD. Ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di pondok pesantren,” ujarnya.
Taj Yasin berharap Forsan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta ramah bagi anak.
Ia juga mendorong forum tersebut memperluas jaringan ke seluruh daerah di Jawa Tengah dan memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepesantrenan lainnya dalam edukasi perlindungan anak.
“Dengan adanya Forum Santri Anak ini, saya berharap pesantren-pesantren bisa semakin aktif mencegah kekerasan dan membangun budaya saling menjaga antar-santri,” katanya.
Sebagai informasi, Forum Santri Anak Jawa Tengah resmi dibentuk pada 19–20 Desember 2025 di Asrama Haji Islamic Center Semarang melalui fasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, dan Forum Anak Jawa Tengah. (*)