Ia menjelaskan kebutuhan rumah layak huni di Jawa Tengah masih cukup tinggi sehingga penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan APBD.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, Baznas, perusahaan melalui program CSR, hingga masyarakat sangat dibutuhkan.
Selain itu, Taj Yasin juga mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyalurkan zakat penghasilan melalui Baznas.
Dana zakat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, termasuk bantuan perbaikan rumah warga kurang mampu.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, backlog perumahan di Jawa Tengah pada awal 2025 tercatat sebanyak 1.332.968 unit.
Hingga akhir 2025, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit sehingga tersisa 1.058.454 unit.
Sementara pada Triwulan I Tahun 2026, penanganan RTLH telah mencapai 6.798 unit.
Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga Triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit dan masih menyisakan backlog sebanyak 1.051.656 unit.
Taj Yasin meminta dinas terkait yang menangani bidang perumahan dan kawasan permukiman di tingkat kabupaten/kota untuk mengawal pelaksanaan bantuan agar berjalan optimal.
Ia berharap proses rehabilitasi rumah tetap mengedepankan semangat gotong royong masyarakat.