Selain itu, sejumlah kampus turut dilibatkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang difokuskan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Sementara bersama Udinus, pemerintah provinsi menerima hibah produk air minum kemasan Toyaku hasil inovasi kampus tersebut.
Kolaborasi juga dilakukan dalam edukasi gerakan stop boros pangan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
"Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil menjadi sebuah kebijakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah," ucap Wagub.
Taj Yasin menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Oleh sebab itu, kampus didorong untuk terus berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat, mulai dari isu lingkungan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan LKMM-TM 2026 oleh Udinus.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berinovasi, serta memperluas wawasan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
"Saya berharap, kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk menambah literasi. Tadi juga ada narasumber dari Jepang yang mengampanyekan aplikasi lingkungan. Ke depan kami berharap kerja sama antara Pemprov dan kampus, khususnya Udinus, semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat," tuturnya.
Meski demikian, Taj Yasin mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dimanfaatkan secara bijak.