Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa gelombang pertama Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi mencakup empat kategori penilaian utama. Ia menyebut proses penjurian berlangsung ketat karena banyak daerah menunjukkan capaian yang baik dengan selisih nilai yang relatif tipis.
Menurut Tito, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga sarana untuk mendorong pemerintah daerah terus menghadirkan inovasi dan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi," katanya.
Ia menilai berbagai keberhasilan pemerintah daerah perlu mendapat perhatian dan publikasi yang lebih luas agar dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan.
"Sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus. Ini perlu diangkat. Perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus," kata Tito.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa sistem penghargaan berbasis regional diterapkan untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada seluruh daerah dalam berkompetisi. Dengan pendekatan tersebut, daerah yang memiliki keterbatasan fiskal tetap memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan inovasi dan capaian terbaiknya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menilai penghargaan yang diberikan menunjukkan semakin meratanya kualitas pembangunan dan tata kelola pemerintahan di berbagai daerah.
Ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah akhir dari proses pembangunan, melainkan dorongan agar pemerintah daerah terus menjaga dan meningkatkan prestasi yang telah diraih demi kesejahteraan masyarakat.
Prestasi yang diraih Jawa Tengah dalam pengendalian inflasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan optimal di seluruh wilayah.