“Sudah 790 desa yang sudah disasar oleh dokter-dokter spesialis kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis. Ini sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk pelayanan kesehatan gratis,” katanya.
Sejak diluncurkan pada Maret hingga 30 November 2025, program Speling telah menjangkau 790 desa/kelurahan di 35 kabupaten/kota dengan total 80.775 jiwa terlayani.
Layanan meliputi skrining TBC, antenatal care (ANC) ibu hamil, kesehatan jiwa, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, sadanis, hingga deteksi kanker serviks.
Program ini juga terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah melayani 12,4 juta jiwa di Jawa Tengah, capaian tertinggi secara nasional.
Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Jateng menggandeng rumah sakit milik pemerintah daerah, pusat, dan swasta. Dokter spesialis dari berbagai rumah sakit dibawa dengan mobil Speling ke desa-desa terpencil.
“Secara simultan akan berputar terus sehingga tidak ada masyarakat desa terpencil kita yang tidak tersentuh program Speling,” tegas Luthfi.
Ia menambahkan, sektor kesehatan menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Program Speling juga menjadi sarana transfer ilmu dari dokter spesialis kepada dokter umum di puskesmas.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah telah berlangsung beberapa tahun sebagai bentuk motivasi dan kompetisi sehat antarwilayah.
“Kalau tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya kita berikan penghargaan dalam bentuk trofi dan sertifikat, saya berpikir ini tidak cukup. Tahun depan Kemendagri ada anggaran yang akan digunakan untuk pemberian reward,” ujarnya.