Salah satunya Sulendro, peserta asal Yogyakarta yang turun di kategori 5K dan mencatat waktu 19 menit 33 detik.
“Pesertanya sangat meriah, ramai, dan fasilitas terutama water station bagus. Lalu lintas steril, jadi pelari tinggal lari dan merasa enjoy,” kata Sulendro.
Peserta kategori half marathon lainnya, Rahadi, menilai suasana cheering di Purwokerto Half Marathon menjadi salah satu yang paling berkesan dibanding event lari lain yang pernah ia ikuti di Pulau Jawa.
“Saya ikut untuk kedua kalinya. Cheering-nya bagus banget, bikin semangat. Dibanding race yang lain, cheering-nya heboh banget,” kata Rahadi.
Antusiasme juga datang dari warga lokal. Eko, peserta kategori 10K asal Baturraden, mengaku baru pertama kali mengikuti event tersebut dan merasa bangga melihat semangat masyarakat Banyumas yang ikut meramaikan lomba.
“Sebagai warga lokal antusias, karena cheering-nya luar biasa. Semoga ke depan lebih meriah lagi,” kata Eko.
Ia juga menilai pengamanan dan sterilisasi jalur membuat peserta lebih nyaman saat berlari. Selain itu, event semacam ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Harapannya UMKM lebih maju lagi dan lebih ramai,” ujarnya.
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, Purwokerto Half Marathon bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.
“Kegiatan ini bagian dari sport tourism yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.