Menurut Sumarno, event lari juga menjadi sarana mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Selain itu, kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Purwokerto dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,” ujarnya.
Ia berharap momentum libur panjang membuat para pelari dan pendampingnya dapat tinggal lebih lama di Purwokerto sehingga dampaknya terhadap sektor hotel, kuliner, UMKM, hingga destinasi wisata semakin besar.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun menargetkan perputaran ekonomi dari gelaran Purwokerto Half Marathon 2026 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika pada 2024 tercatat sekitar Rp6,4 miliar dan naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025, maka tahun ini ditargetkan menembus Rp10 miliar.
“Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,” ujar Sumarno. (*)