"Total pemudik yang terdaftar sebanyak 16.186 orang. Tujuan mudik terbanyak Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Rata-rata pekerjaannya itu pengemudi ojol (ojek online), Asisten Rumah Tangga (ART), dan buruh yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta," jelasnya.
Risturino menambahkan, minat masyarakat mengikuti program mudik gratis sangat tinggi.
Hal tersebut terlihat dari kuota pendaftaran yang langsung habis hanya dalam waktu 25 menit setelah dibuka secara daring.
"Pendaftaran online langsung habis," ujarnya.
Program mudik gratis tidak hanya diberangkatkan dari Jakarta, tetapi juga dari Bandung. Dari Kota Bandung, disiapkan 23 unit bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang.
Armada tersebut terdiri dari 11 bus dari Baznas Jateng, dua bus dari Kabupaten Banjarnegara, tujuh bus dari Kabupaten Cilacap, serta tiga bus dari Kabupaten Sukoharjo.
Pemberangkatan dari Bandung dijadwalkan dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.
Selain menggunakan bus, Pemprov Jateng juga menyediakan program mudik gratis dengan moda transportasi kereta api yang akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026.
Terdapat 17 rangkaian kereta dengan total kapasitas 1.288 kursi.
Pemberangkatan kereta dilakukan dalam dua rute, yakni dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan menggunakan KA Jaka Tingkir sebanyak delapan rangkaian dengan 576 kursi serta satu rangkaian tambahan berkapasitas 72 kursi.