Di sisi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kolaborasi magang berbasis proyek disiapkan untuk mencetak tenaga kerja yang adaptif.
"Kami ingin mahasiswa dan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami dinamika industri secara langsung sehingga memiliki kemampuan berpikir kritis dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja," tambahnya.
Merespons kerja sama ini, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Prof. Suparjo, menilai bahwa institusi pendidikan sangat membutuhkan mitra industri sebagai tempat praktik langsung. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan program-program konkret.
"Dunia pendidikan membutuhkan data dan kondisi nyata di lapangan agar penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan yang valid dan bermanfaat. Karena itu kami berharap kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.
Prof. Suparjo juga mendorong agar program riset dan pengabdian masyarakat kampus ke depannya dapat diintegrasikan dengan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) milik PDAM Tirta Moedal demi kemajuan pembangunan Kota Semarang. (*)