Konten Semarang
Pendidikan

SMP Swasta Gratis Semarang Sepi Peminat, Ini Kata Kadisdik

SPMB SMP 2026 capai 12 ribu pendaftar. SMP swasta gratis masih kosong karena jadi opsi otomatis bagi siswa afirmasi yang tak lolos negeri.

SMP Swasta Gratis Semarang Sepi Peminat, Ini Kata Kadisdik
SMP Swasta Gratis Semarang Sepi Peminat, Ini Kata Kadisdik

KONTENSEMARANG.COM – Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun 2026 di Kota Semarang telah resmi dimulai pada Senin (22/6/2026). 

Calon peserta didik dapat mengakses layanan ini secara daring lewat situs spmb.semarangkota.go.id.

Muhammad Ahsan selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mengungkapkan, antusiasme pendaftar terbilang sangat tinggi.

Hingga Senin siang, tercatat lebih dari 12.000 peserta yang telah mengajukan berkas, baik secara mandiri via portal web maupun dengan mendatangi langsung Posko SPMB di Kantor Disdik.

Ahsan memaparkan bahwa kuota keseluruhan yang disediakan pada ajang SPMB 2026 untuk jenjang SMP mencakup sekolah negeri serta sekolah swasta program gratis mencapai 15.366 kursi.

“Sampai siang ini rekap pendaftar sampai 12.000 pendaftar namun verifikasi masih tetap jalan. Kuota keseluruhan baik untuk negeri dan swasta gratis yang lewat jalur afirmasi ada 15.366,” kata Ahsan ditemui di kantor Disdik, Senin, 22 Juni 2026.

Anehnya, berdasarkan data yang terpampang di laman SPMB 2026, kolom pendaftar untuk program SMP swasta gratis masih menunjukkan angka nol.

Kondisi ini sangat kontras dengan pendaftar di SMP negeri yang langsung diserbu oleh ratusan peminat sejak hari pertama dibuka.

Merespons fenomena nihilnya pendaftar di sekolah swasta tersebut, Ahsan memberikan klarifikasi.

Ia menekankan bahwa program SMP swasta gratis memang dikhususkan bagi peserta didik jalur afirmasi yang berasal dari kelompok keluarga prasejahtera atau tidak mampu.

Mekanismenya, jika calon siswa dari keluarga prasejahtera ini gagal menembus seleksi di SMP Negeri pada opsi pertama dan kedua, secara sistem mereka akan otomatis dialihkan ke opsi ketiga atau keempat, yaitu sekolah swasta gratis.

“Sekolah swasta gratis ini kan hanya untuk jalur afirmasi bagi anak tidak mampu dan kalau mereka  tidak masuk pilihan 1 dan 2 di negeri maka otomatis akan langsung ke pilihan 3 atau 4 yakni sekolah swasta gratis,” jelasnya.

Mengingat periode SPMB tingkat SMP masih berjalan sampai hari Jumat (26/6/2026), Ahsan optimistis kuota tersebut akan terserap.

Masa pendaftaran ini memberi kesempatan bagi siswa kurang mampu untuk tetap mendapatkan hak pendidikannya secara gratis.

“Kami ingin memastikan anak-anak keluarga tidak mampu nanti bisa mendapatkan layanan pendidikan gratis. Masih ada waktu sampai Jumat kita lihat dinamikanya di sistem online dan itu akan otomatis pindah jika tidak dibterima di pilihan 1 dan selanjutnya,” tuturnya.

Sistem pengalihan otomatis ini juga sejalan dengan proses SPMB tingkat Sekolah Dasar (SD) yang telah tuntas minggu lalu.

Saat itu, siswa kurang mampu yang tersingkir dari SD negeri dapat langsung difasilitasi di SD swasta gratis.

Sebagai gambaran, Ahsan menyebutkan jumlah tamatan SD tahun 2026 di Kota Semarang berkisar di angka 21.027 anak.

Jumlah tersebut belum mencakup tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diestimasi mencapai 4.000 hingga 5.000 murid.

“Dari lulusan SD 21 ribuan, kuota SMP Negeri dan swasta gratis ada 15 ribuan jadi saya kira itu masih proporsional karena masih ada sekolah swasta berbayar yang juga siap menerima calon murid lulusan SD,” jelasnya.

Ia pun menyarankan agar peserta didik dari jalur reguler (bukan afirmasi tidak mampu) yang nantinya tidak lolos seleksi negeri, bisa segera mengamankan kursi dengan mendaftar di SMP swasta reguler yang berbayar.

“Kalau untuk sekolah negeri tidak bisa menampung seluruh lulusan SD negeri dan swasta. Tetapi sekolah swasta sebagai mitra pemkot semarang mendapatkan ruang bagi orang tua yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta berbayar,” pungkasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Sistem Tersendat, Ratusan Wali Murid Serbu Posko SPMB SMP Semarang
Pendidikan • 23 Juni 2026

Sistem Tersendat, Ratusan Wali Murid Serbu Posko SPMB SMP Semarang

Rekomendasi Redaksi