“Dari deretan yang ke sana juga banyak yang pink dan putih. Mungkin yang kurang hanya kursi,” ujarnya.
Dita juga mengabadikan suasana Jalan Madukoro dengan kamera ponselnya. Menurutnya, bunga tabebuya memberikan kesan berbeda pada kawasan perkotaan.
“Bagus untuk memperindah kota. Tadi saya juga sempat foto-foto. Kalau lebih bersih lagi mungkin suasananya bisa seperti di Jepang,” katanya.
Hal serupa dirasakan Fian (23), yang memilih kawasan tersebut sebagai tempat berkumpul bersama teman. Ia menilai suasana Jalan Madukoro sedang mendukung untuk bersantai.
“Karena view-nya bagus, kebetulan adem. Bunganya juga sedang bagus,” kata Fian.
Ia bahkan membuat video bersama teman-temannya dengan latar deretan tabebuya. Menurutnya, bunga yang sedang bermekaran membuat tampilan kawasan semakin menarik.
“View-nya bagus. Tabebuyanya yang bikin bagus. Seperti ada Jepangnya,” tuturnya.
Bagi Fian, keberadaan tabebuya turut mengubah fungsi Jalan Madukoro. Selain menjadi jalur kendaraan, kawasan itu kini mulai menjadi pilihan warga untuk menghabiskan waktu sore.
“Ada bunga seperti ini jadi lebih bagus. Cocok juga buat nyenja,” ujarnya.
Keindahan tabebuya di Jalan Madukoro bukan berasal dari penanaman baru. Pemerintah Kota Semarang telah menanam pohon tersebut sejak beberapa tahun lalu.