Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan penanaman tabebuya di sepanjang Jalan Madukoro dilakukan sekitar 2022-2023.
“Tabebuya mulai kami tanam di sepanjang Madukoro sekitar 2022-2023. Sekarang pohonnya sudah besar,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Selasa,(18/8).
Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya penghijauan Kota Semarang yang turut melibatkan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Menurut Pipie, sejumlah perusahaan memberikan dukungan dengan menyumbangkan berbagai jenis tanaman untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Semarang.
“Banyak yang mendukung melalui CSR. Ada Pertamina, Bank Mandiri, perusahaan perbankan, dan perusahaan besar lainnya,” ujarnya.
Program penghijauan tersebut juga mencakup penanaman sekitar 9.000 pohon dengan berbagai jenis. Selain tabebuya, terdapat pohon pule, asam, trembesi, hingga tanaman penghias kota.
Salah satu dukungan terbesar berasal dari Djarum yang menyumbangkan sekitar 2.000 pohon trembesi.
“Waktu itu ada program penanaman 9.000 pohon. Jenisnya beragam, ada tabebuya, pule, pohon asam, trembesi, dan tanaman hias lainnya,” jelas Murni.
Pemkot Semarang juga tengah menyiapkan program penghijauan berikutnya melalui rencana penanaman 10.000 pohon. Program tersebut akan disesuaikan dengan arahan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Penanaman nantinya tidak hanya berorientasi pada jumlah pohon, tetapi juga memperhatikan karakter dan kondisi masing-masing wilayah.