ACI kemudian menjalankan program pembinaan bagi santri dari sejumlah lembaga pendidikan mitra di Indonesia melalui pembelajaran daring selama sekitar satu tahun terakhir.
Proses pendidikan dilakukan secara bertahap. Peserta juga menjalani ujian di setiap tahap untuk mengukur perkembangan pembelajaran mereka.
Santri yang berhasil menuntaskan seluruh tahapan tersebut kemudian memiliki kesempatan mengikuti pendidikan intensif selama satu bulan di Turki.
Selama berada di Turki, mereka akan belajar secara langsung kepada Syekh Muhyiddin ‘Awwamah serta ayahandanya, Syekh Al-Alamah Muhammad ‘Awwamah.
Program pembinaan tersebut tidak berakhir setelah peserta kembali ke Indonesia. Mereka akan memperoleh pendidikan lanjutan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meneruskan pengetahuan yang didapat kepada santri lain maupun mahasiswa di lembaga masing-masing.
Selain mendalami ilmu hadis, para peserta juga akan mendapatkan pembekalan terkait penelitian dan kajian terhadap naskah-naskah kuno karya ulama.
Syekh Muhyiddin sendiri merupakan ulama kelahiran Aleppo, Suriah. Ia sempat menetap di Madinah selama kurang lebih 49 tahun sebelum kemudian tinggal di Turki.
Ia menyebut kepindahannya ke Turki terjadi setelah mendapat undangan khusus dari Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk turut mengembangkan ilmu hadis di negara tersebut.
Kunjungan ke Jawa Tengah kali ini menjadi kunjungan keduanya setelah sebelumnya datang pada 2025.
Menurut Muhyiddin, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai program pendidikan yang telah berjalan bersama sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia selama kurang lebih satu tahun.