“Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya saing terkait tenaga kerja maupun investasi di Indonesia,” katanya.
Sang Gubernur menambahkan, daya tarik Jawa Tengah hingga kini terus memikat para investor dari berbagai belahan dunia.
Aliran modal asing yang masuk tercatat berasal dari berbagai negara kuat di Asia, seperti Tiongkok, Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan.
Pada momentum yang sama, turut diselenggarakan seremoni peresmian PT Foodindo Dwivestamas. Bergerak di sektor industri makanan dan masakan olahan, perusahaan ini menyuntikkan modal hingga Rp249.314.300.000 dan berhasil menyerap 150 tenaga kerja.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk merawat iklim investasi yang sehat. Hal ini akan direalisasikan melalui akselerasi layanan perizinan, penyediaan infrastruktur yang memadai di kawasan industri, kepastian hukum yang jelas, serta penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. (*)