"Selama masa perang ini, khususnya perang akhir-akhir ini, saya mendapatkan banyak pesan dari masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Semarang. Saya baru bisa membaca pesan-pesan tersebut sebagian, karena lebih dari ribuan jumlahnya. Sudah tugas saya untuk menyampaikan terima kasih," katanya.
Boroujerdi kemudian menyinggung rekam jejak panjang ikatan persahabatan antara Iran, Indonesia, dan Jawa Tengah.
Walaupun terikat secara politik, sosial, dan budaya, kedekatan ini sempat tidak optimal akibat adanya intervensi dan sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai sejak tahun 2016.
"Saya berharap setelah perang ini selesai semoga potensi yang dimiliki oleh kedua negara tersebut semakin bisa dimanfaatkan untuk kerja sama. Kedua negara ini memiliki potensi yang bisa saling melengkapi," jelasnya. (*)