KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengutarakan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Hal ini disampaikannya kala menyambut kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu (22/7/2026).
Selain menyampaikan rasa duka, Luthfi turut membawa amanat perdamaian dari Presiden RI Prabowo Subianto serta masyarakat Jawa Tengah merespons ketegangan yang tengah melanda kawasan Timur Tengah.
"Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya pimpinan tertinggi Iran yaitu Ali Khamenei, semoga beliau husnul khotimah. Kita doakan semoga konflik di Iran segera selesai," kata Luthfi.
Situasi konflik yang terjadi di Iran diakui telah menimbulkan efek domino yang signifikan di tingkat global.
Imbas dari ketegangan tersebut belakangan ini juga turut dirasakan secara tidak langsung oleh Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Tengah.
"Dalam pertemuan ini kami juga menyampaikan pesan perdamaian dari Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, secara khusus kepada Iran dan negara-negara Timur Tengah pada umumnya," lanjut Ahmad Luthfi.
Merespons hal tersebut, Dubes Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasinya atas simpati yang diberikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan pesan damai dari Presiden Prabowo.
Ia menuturkan bahwa selama konflik berkecamuk, Kedutaan Besar Iran menerima banyak suntikan moral.
Dukungan dari masyarakat Jawa Tengah yang bersimpati atas perjuangan Iran menghadapi agresi militer tersebut mengalir deras melalui berbagai sarana komunikasi, termasuk surat menyurat.
"Selama masa perang ini, khususnya perang akhir-akhir ini, saya mendapatkan banyak pesan dari masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Semarang. Saya baru bisa membaca pesan-pesan tersebut sebagian, karena lebih dari ribuan jumlahnya. Sudah tugas saya untuk menyampaikan terima kasih," katanya.
Boroujerdi kemudian menyinggung rekam jejak panjang ikatan persahabatan antara Iran, Indonesia, dan Jawa Tengah.
Walaupun terikat secara politik, sosial, dan budaya, kedekatan ini sempat tidak optimal akibat adanya intervensi dan sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai sejak tahun 2016.
"Saya berharap setelah perang ini selesai semoga potensi yang dimiliki oleh kedua negara tersebut semakin bisa dimanfaatkan untuk kerja sama. Kedua negara ini memiliki potensi yang bisa saling melengkapi," jelasnya. (*)