Konten Semarang
Regional

Wagub Taj Yasin: Guru Harus Ajarkan Siswa Bedakan Benar dan Salah di Era AI

Wagub Jateng Taj Yasin tekankan guru tetap jadi garda depan dalam pemanfaatan AI di sekolah, ajarkan siswa membedakan benar dan salah.

KONTENSEMARANG.COM โ€“ Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kini semakin kuat memengaruhi dunia pendidikan.ย 

AI bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Meski demikian, peran guru tetap krusial untuk mengarahkan siswa agar mampu memahami dan membedakan mana informasi yang benar dan mana yang keliru.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat membuka kegiatan Bakti Telkomsel untuk Negeri: Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran untuk Menunjang Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial serta peluncuran roadshow Pelatihan Guru se-Jateng yang digelar Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Tengah di Aula Lantai 8 PT Telkom Regional Jateng-DIY, Jalan Pahlawan No 10 Semarang, Rabu (27/8/2025).

โ€œAI membantu kita, tetapi guru harus bisa mengajarkan kepada siswa agar bisa membedakan yang benar dan yang tidak benar,โ€ tegas Gus Yasin.

Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar dalam meluruskan informasi yang benar agar opini yang terbentuk dapat dipahami dengan baik, termasuk oleh sistem AI.ย 

Ia menilai dunia pendidikan tidak boleh tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi, namun harus tetap dikawal agar memberi dampak positif bagi peserta didik.

โ€œPembelajaran digital sekarang tidak bisa dipisahkan. Kita harus mengawal anak-anak yang menggunakan gadget agar bisa memanfaatkannya secara tepat,โ€ ujarnya.

Gus Yasin juga menyoroti perubahan pola sosialisasi anak yang kini lebih banyak terjadi secara daring melalui gadget. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menimbulkan dampak negatif karena komunikasi dilakukan tanpa tatap muka.

โ€œDi balik layar, kita tidak tahu apakah anak-anak menyakiti orang lain atau tidak. Guru harus sejak dini memberi pemahaman bahwa teknologi tidak bisa selalu dibenarkan seratus persen. Benar sekarang bisa dianggap benar, tapi belum tentu benar sebenarnya,โ€ tandasnya.

Halaman 1 dari 2