Menurut Heri, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih terintegrasi antara pembangunan infrastruktur, edukasi kesehatan masyarakat dan penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan sanitasi.
Selain sanitasi, ia juga menilai akses terhadap air minum layak harus terus diperluas. Meskipun Jawa Tengah termasuk daerah dengan capaian yang relatif baik di Pulau Jawa, kebutuhan air bersih yang aman dan berkelanjutan masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama daerah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
“Air bersih dan sanitasi adalah fondasi kesehatan masyarakat. Ketika akses terhadap keduanya belum merata, maka risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan akan tetap tinggi,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan sanitasi hingga tingkat kecamatan. Dengan pendekatan berbasis data, intervensi pembangunan dinilai akan lebih tepat sasaran.
Ia juga mengusulkan agar program penyediaan air bersih dan sanitasi diintegrasikan dengan upaya penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengentasan kemiskinan.
“Investasi pada layanan dasar akan memberikan dampak yang sangat besar. Ketika masyarakat memiliki akses air bersih dan sanitasi yang baik, maka kualitas kesehatan meningkat, produktivitas naik dan biaya pengobatan dapat ditekan,” katanya.
Heri menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus diukur dari sejauh mana masyarakat dapat menikmati layanan dasar yang layak tanpa terkecuali.
“Kita ingin pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar berupa air bersih dan sanitasi yang layak,” tegasnya.
Ia berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah desa terus diperkuat agar target pemerataan layanan dasar dapat tercapai lebih cepat.
“Pembangunan yang berkeadilan dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, akses air bersih dan sanitasi harus menjadi prioritas bersama demi mewujudkan Jawa Tengah yang sehat dan sejahtera,” pungkas Heri. (*)