Heri Pudyatmoko, yang merupakan Pimpinan DPRD Jateng dari Partai Gerindra itu menilai, kepemimpinan desa di masa depan membutuhkan kombinasi antara pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan kemampuan menghadapi tantangan modern.
Oleh karena itu, lanjutnya, ruang partisipasi bagi generasi muda perlu diperluas melalui berbagai kegiatan sosial, organisasi kepemudaan, pengembangan kewirausahaan, hingga pelibatan dalam proses perencanaan pembangunan desa.
“Pemimpin tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh melalui proses belajar, pengalaman dan keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, semakin banyak ruang yang diberikan kepada generasi muda untuk berpartisipasi, semakin besar pula peluang lahirnya pemimpin desa yang berkualitas,” ujarnya.
Heri juga mendorong adanya program penguatan kapasitas kepemimpinan bagi pemuda desa, baik melalui pelatihan, pendampingan, maupun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai lembaga yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, investasi pada pengembangan calon pemimpin desa merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memastikan pembangunan desa dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
“Menyiapkan generasi penerus kepemimpinan desa berarti menyiapkan masa depan desa itu sendiri. Jika kita ingin desa terus berkembang, maka kaderisasi pemimpin lokal harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)