KONTENSEMARANG.COM — Pengelolaan energi berkelanjutan menjadi perhatian penting bagi fasilitas kesehatan yang menjalankan pelayanan sepanjang waktu.
Untuk mendukung efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan, PLN Icon Plus melalui ICONGREEN turut mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kilowatt peak (kWp) di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut diresmikan pada 2 Oktober 2026.
Penerapan PLTS Atap ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan energi terbarukan di sektor kesehatan.
Dengan menggunakan energi matahari sebagai sumber listrik alternatif, rumah sakit diharapkan dapat mengoptimalkan kebutuhan energi sekaligus menerapkan pola operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Layanan ICONGREEN yang dikembangkan PT Terang Wahana Hijau dalam ekosistem PLN Icon Plus menyediakan solusi PLTS Atap dengan skema tanpa investasi awal bagi pelanggan.
Dalam proyek ini, pengembangan fasilitas dilakukan melalui kemitraan dengan PT Mitra Solar Radians atau Solar Radiance, yang menyediakan pendanaan untuk pembangunan PLTS.
Skema tersebut memungkinkan RS Mardi Rahayu menggunakan energi surya tanpa perlu mengeluarkan investasi awal untuk pengadaan panel.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan bahwa penyediaan solusi energi hijau perlu memperhatikan kebutuhan serta karakteristik operasional setiap pelanggan agar penerapannya dapat memberikan manfaat yang optimal.
“Setiap sektor memiliki kebutuhan energi dan tantangan operasional yang berbeda. Karena itu, solusi energi terbarukan perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, termasuk dari sisi skema pemanfaatannya. Melalui ICONGREEN, PLN Icon Plus mendorong pemanfaatan PLTS Atap melalui kolaborasi dengan mitra, sehingga pelanggan memiliki alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus berkontribusi terhadap upaya keberlanjutan lingkungan,” ujar Leandra.
Berdasarkan perhitungan proyek, PLTS Atap berkapasitas 416 kWp tersebut diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 584,40 megawatt hour (MWh) setiap tahun.