KONTENSEMARANG.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara Porprov Jateng XVII 2026 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pertandingan. Langkah tersebut dilakukan menyusul tiga insiden yang terjadi pada cabang olahraga selam dan pencak silat selama berlangsungnya kompetisi.
Evaluasi keselamatan atlet menjadi perhatian serius setelah dua insiden terjadi pada cabang olahraga pencak silat dan satu insiden lainnya pada cabang olahraga selam. Dari dua kasus pencak silat, seorang atlet dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit, sedangkan atlet lainnya mengalami kejang setelah terkena benturan kepala dan kini menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik.
Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso mengatakan, evaluasi telah dilakukan bersama Panitia Besar (PB) Porprov, technical delegate, serta pengurus cabang olahraga pada Rabu (28/10/2026) malam.
Menurutnya, setiap cabang olahraga sebenarnya telah memiliki aturan dan prosedur pertandingan yang mengacu pada ketentuan pengurus besar masing-masing.
Namun, penerapan prosedur tersebut tetap harus menempatkan keselamatan atlet sebagai prioritas utama, terutama ketika terjadi kondisi darurat saat pertandingan berlangsung.
“Keselamatan atlet itu diutamakan. Wasit dan juri yang menentukan penghentian pertandingan harus sesuai prosedur, tetapi aspek keselamatan atlet menjadi prioritas bagi kami di PB Porprov (Jateng),” kata Budi dalam konferensi pers di Semarang, Kamis (29/10/2026).
KONI Jateng Soroti Prosedur Penghentian Pertandingan
Budi menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah mekanisme penghentian pertandingan ketika atlet mengalami kondisi yang membutuhkan pertolongan medis.
Ia mencontohkan prosedur dalam pertandingan pencak silat yang menerapkan hitungan ketika seorang atlet terjatuh.
Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi pertimbangan utama apabila atlet menunjukkan kondisi yang memerlukan penanganan segera.
KONI Jawa Tengah mendorong agar wasit dapat mengambil keputusan dengan cepat sehingga pertolongan medis tidak terhambat oleh proses hitungan pertandingan.