Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi olahraga tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan prestasi.
Keselamatan serta masa depan atlet juga harus menjadi perhatian dalam setiap proses pertandingan.
Karena itu, perbaikan prosedur diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik kepada seluruh peserta.
Tim Medis Porprov Tangani 175 Kasus Kesehatan
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov XVII Jawa Tengah 2026, dr. Elhamangto Zuhdan, menjelaskan penanganan medis yang dilakukan terhadap atlet pencak silat yang mengalami kejang.
Menurutnya, petugas melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi atlet setelah kejadian.
Pemeriksaan meliputi durasi kejang, respons pupil, serta tingkat kesadaran.
Atlet tersebut kemudian mendapatkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk memastikan kondisinya.
“Pada kasus yang kemarin, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ditemukan gangguan yang membahayakan. Bahkan sekarang kondisi pasien atau atlet tersebut sudah membaik,” jelasnya.
Elhamangto juga memaparkan data penanganan kesehatan selama pelaksanaan Porprov.
Hingga Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, tim medis penyelenggara telah menangani sekitar 175 kasus kesehatan.