“Begitu jatuh, wasit harus menentukan agar segera ditolong, tidak ada hitungan lagi,” ujarnya.
Budi menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti mengabaikan ketentuan pertandingan yang telah ditetapkan pengurus cabang olahraga.
Sebaliknya, evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap prosedur dapat diterapkan dengan tetap mengutamakan perlindungan terhadap atlet.
Hasil pembahasan nantinya akan menjadi bahan rekomendasi kepada pengurus cabang olahraga, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Rekomendasi dapat disampaikan apabila ditemukan ketentuan yang berpotensi menghambat kecepatan penanganan atlet dalam situasi darurat.
Atlet Pencak Silat yang Mengalami Kejang Mulai Membaik
Dalam konferensi pers tersebut, Budi juga menyampaikan perkembangan kondisi seorang atlet pencak silat yang sebelumnya mengalami kejang setelah terkena benturan kepala.
Atlet tersebut telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Primaya.
Berdasarkan perkembangan yang disampaikan KONI Jawa Tengah, kondisi atlet kini menunjukkan perbaikan.
Budi mengatakan, respons fisik dan kemampuan komunikasi atlet tersebut telah berkembang positif setelah mendapatkan penanganan medis.
“Perkembangan fisik, kondisi, reaksi, dan sebagainya sudah baik. Bahkan sudah bisa berkomunikasi dengan kita juga,” katanya.