Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 kasus membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
Sementara itu, kasus lainnya dapat ditangani langsung oleh tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi pertandingan.
Data tersebut menjadi gambaran pelayanan kesehatan yang telah dilakukan selama penyelenggaraan kompetisi.
Penanganan medis atlet pencak silat Porprov 2026 menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi, terutama berkaitan dengan respons petugas ketika atlet mengalami benturan dan kondisi darurat.
Kesiapan fasilitas kesehatan dan koordinasi antarpetugas menjadi bagian penting yang turut diperhatikan penyelenggara.
Taj Yasin Tegaskan Keselamatan Atlet Harus Diutamakan
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga telah menegaskan pentingnya evaluasi keselamatan dalam pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Taj Yasin menyampaikan bahwa penyelenggara telah melakukan sejumlah tahapan persiapan sebelum pertandingan berlangsung.
Salah satu langkah tersebut adalah memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Meski demikian, ia menilai berbagai persiapan yang telah dilaksanakan tidak menghilangkan kebutuhan untuk melakukan evaluasi setelah terjadinya insiden.
“Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga,” kata Taj Yasin beberapa waktu lalu.