“Kami juga mengajak para pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang sudah kita umumkan,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap ajang olahraga tersebut mulai terlihat menjelang seremoni pembukaan di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Sebanyak 3.500 tiket gratis yang disediakan bagi masyarakat dilaporkan telah habis pada hari pertama pendaftaran dibuka.
Acara pembukaan dijadwalkan menghadirkan sejumlah pengisi acara, antara lain Ndar Boy, Pertelon Koplo, dan Mikhayla. Kehadiran para penampil tersebut diharapkan menarik lebih banyak pengunjung sehingga turut meningkatkan aktivitas perdagangan dan transaksi UMKM di sekitar stadion.
“Dengan adanya kerumunan yang banyak itu tentu akan menambah perputaran ekonomi yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.
Di samping mendorong aktivitas ekonomi, Porprov XVII juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan memperkuat kontingen Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Taj Yasin berharap ajang ini mampu melahirkan atlet unggulan yang dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Porprov ini akan mengantarkan para atlet kita untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Syukur alhamdulillah di tahun ini para atlet kita juga banyak menorehkan medali emas, medali perak, medali perunggu yang kemarin sudah dibuktikan dalam ajang Asian Games,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PB Porprov Jateng, Urip Sihabudin, menyebut panitia telah berkoordinasi dengan sub-PB Porprov di lima daerah penyelenggara untuk mengantisipasi berbagai kendala nonteknis.
Salah satu perhatian utama adalah potensi cuaca buruk yang dapat mengganggu pertandingan di lokasi terbuka.
Masing-masing daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi hujan deras maupun angin kencang.