Evaluasi juga dilakukan berdasarkan pengalaman pertandingan sebelumnya, termasuk cabang olahraga panahan yang sempat menghadapi kendala akibat kondisi cuaca, agar gangguan serupa dapat diminimalkan.
Mengenai manfaat ekonomi yang dihasilkan, Urip mengatakan PB Porprov akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghitung dampak nyata penyelenggaraan kompetisi terhadap aktivitas ekonomi dan pendapatan masyarakat.
Rangkaian menuju pembukaan Porprov juga akan diawali dengan prosesi pengambilan api abadi Mrapen dari Kabupaten Grobogan pada 24 Oktober.
Selanjutnya, api tersebut dijadwalkan dibawa berkeliling melewati empat daerah sebelum tiba di Kota Semarang pada 25 Oktober untuk digunakan dalam seremoni pembukaan. (*)