Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng atas Pelibatan Sekolah Swasta dan Kepatuhan SPMB
KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Kota Semarang meraih dua penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah atas kinerja dalam pelibatan sekolah swasta serta kepatuhan terhadap sistem rombongan belajar (rombel) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan dari Kepala BBPMP Jawa Tengah Nugraheni Triastuti pada Kamis (5/3).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas tata kelola pendidikan di ibu kota Jawa Tengah yang dinilai semakin inklusif dan transparan.
“Pemkot Semarang sangat mengapresiasi penghargaan ini. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan visi Semarang Cerdas melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga,” ujar Agustina.
Penghargaan pertama diberikan dalam kategori Kinerja Terbaik Pelibatan Sekolah Swasta dan Kepatuhan Rombel SPMB.
Melalui kebijakan optimalisasi peran sekolah swasta, Kota Semarang mampu meningkatkan daya tampung siswa hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut juga dinilai berhasil memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai ketentuan tanpa pelanggaran kuota rombel.
“Pelibatan sekolah swasta adalah langkah strategis kami untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan. Melalui skema ini, kami berhasil meningkatkan daya tampung hingga 15 persen, sehingga distribusi calon peserta didik menjadi lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri,” ungkapnya.
Selain itu, Kota Semarang juga menerima penghargaan Sinergi dan Kolaborasi Program Prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pendidikan nasional secara cepat dan konsisten, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga perluasan akses pendidikan.
“Kami berkomitmen penuh menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama. Sinergi dengan program-program prioritas Kemendikdasmen terus kami pertajam agar kualitas pengajaran di Semarang selaras dengan standar nasional, bahkan melampauinya melalui berbagai inovasi lokal,” imbuhnya.
Agustina menambahkan, kepatuhan terhadap jumlah rombongan belajar dalam SPMB menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan yang adil dan tanpa diskriminasi.
Dengan tidak adanya penambahan siswa di luar kuota resmi, proses pembelajaran di kelas diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan kondusif.
“Ke depan, capaian ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga integritas di setiap sekolah. Kami ingin semangat Semarang Cerdas ini benar-benar dirasakan manfaatnya melalui akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi setiap anak, tanpa ada lagi praktik-praktik yang menyalahi aturan,” pungkasnya. (*)
redaksi