Pemprov Jateng Dukung Forum Santri Anak Perkuat Pencegahan Kekerasan di Pesantren
KONTENSEMARANG.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Forum Santri Anak Jawa Tengah (Forsan Jateng) dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah tindak kekerasan di lingkungan pondok pesantren.
Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi Forsan Jateng bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (25/5/2026).
Ketua Forsan Jateng, Farel Alfariz, mengatakan forum itu dibentuk sebagai ruang untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan santri di pesantren, mulai dari hak memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan hingga perlindungan dari kekerasan serta perundungan.
“Forum ini menjadi pelopor dan pelapor. Karena kalau tidak ada yang memulai, maka tidak akan bergerak. Insya Allah forum ini akan menjadi wadah aspirasi santri terkait berbagai problematika di pondok pesantren,” ujar santri asal Pesantren Darul Falah Jepara ini.
Wakil Ketua Forsan Jateng, Nabila, menyampaikan bahwa organisasi tersebut menjadi forum santri anak pertama di tingkat provinsi di Indonesia.
Pengurus yang tergabung juga telah memperoleh pembekalan mengenai konvensi hak anak, pendidikan keterampilan hidup, serta konsep pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak.
Dalam pertemuan itu, Forsan memaparkan sejumlah agenda kerja periode 2026–2027.
Program internal difokuskan pada pengukuhan kepengurusan serta peningkatan kapasitas anggota melalui seminar dan pelatihan secara daring maupun tatap muka.
Sementara itu, program eksternal mencakup pembentukan Forum Santri Anak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, pelaksanaan Safari Santri atau “Forsan Goes to School”, survei santri anak Jawa Tengah, hingga kegiatan edukasi melalui siaran langsung media sosial dan webinar.
“Nanti kami akan berkunjung ke pesantren-pesantren untuk saling mengedukasi tentang pesantren ramah anak dan pencegahan bullying maupun kekerasan,” kata Nabila yang merupakan santri Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Taj Yasin mengapresiasi lahirnya Forum Santri Anak dan menilai keberadaannya penting untuk memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.
Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak kini semakin beragam dan dapat terjadi di berbagai lingkungan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di ruang sosial dan keluarga.
“Kekerasan anak sekarang muncul di banyak tempat, bahkan sampai tingkat TK dan SD. Ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi di pondok pesantren,” ujarnya.
Taj Yasin berharap Forsan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta ramah bagi anak.
Ia juga mendorong forum tersebut memperluas jaringan ke seluruh daerah di Jawa Tengah dan memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepesantrenan lainnya dalam edukasi perlindungan anak.
“Dengan adanya Forum Santri Anak ini, saya berharap pesantren-pesantren bisa semakin aktif mencegah kekerasan dan membangun budaya saling menjaga antar-santri,” katanya.
Sebagai informasi, Forum Santri Anak Jawa Tengah resmi dibentuk pada 19–20 Desember 2025 di Asrama Haji Islamic Center Semarang melalui fasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, dan Forum Anak Jawa Tengah. (*)
redaksi