Salah satu pemateri, Wiyu Ghani Allathif Yudistira SH, membahas filosofi “Leiden is Lijden” yang menggambarkan bahwa kepemimpinan berkaitan erat dengan perjuangan dan penderitaan.
Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diajak menyadari bahwa menjadi pemimpin yang berhasil membutuhkan proses, ketekunan, keyakinan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Tantangan awal bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan jiwa kepemimpinan adalah membangun keyakinan terhadap diri sendiri dengan diimbangi dengan pengetahuan, kapasitas, pengalaman, dan kemampuan mengelola organisasi agar seseorang tidak hanya memiliki keinginan untuk memimpin, tetapi juga mampu menjalankan tanggung jawabnya,” ujar Wiyu.
Wiyu mengatakan,”Masa kuliah merupakan kesempatan yang ideal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dan menentukan arah masa depan, dengan mengisi kegiatan yang produktif, karya, prestasi, serta kontribusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan kampus dan masyarakat”.
Pemateri berikutnya, Sinta Pramucitra S.I.Kom., M.I.Kom. selaku Co-Founder Think PR, menyampaikan materi mengenai pentingnya komunikasi yang efektif.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kata yang disampaikan, tetapi juga oleh sejauh mana pesan dapat diterima dan dipahami dengan tepat serta bagaimana seseorang menghargai lawan bicaranya.
“Perlu membiasakan diri mengolah kalimat sebelum menyampaikan pesan agar informasi yang diberikan jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, serta kemampuan juga perlu disertai kesadaran dalam menggunakan bahasa verbal maupun nonverbal, mendengarkan secara aktif, menyampaikan pendapat dengan baik, dan mengelola emosi ketika menghadapi perbedaan pandangan,” kata Sinta.
Selain itu, Sinta mengajak mahasiswa untuk lebih bijaksana dalam menggunakan kata-kata. Mahasiswa perlu mempertimbangkan apakah suatu pernyataan memang perlu disampaikan serta memahami dampaknya terhadap orang lain.
“Keterampilan komunikasi tidak hanya membantu mahasiswa dalam presentasi akademik, tetapi juga dalam membangun hubungan interpersonal dan bekerja sama di lingkungan organisasi,” imbuhnya.
Melalui LKMM-TD, FTIK USM berharap mahasiswa baru mampu menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.