Konten Semarang
Pendidikan

Tim UNDIP–BRIN–Poltekkes Raih Juara Hackathon Asia Pasifik Lewat Aplikasi AI Nutrisi Anak

Tim UNDIP, BRIN, dan Poltekkes Kemenkes meraih prestasi di Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 lewat aplikasi AI FeedWise.

Tim UNDIP–BRIN–Poltekkes Raih Juara Hackathon Asia Pasifik Lewat Aplikasi AI Nutrisi Anak
Tim UNDIP–BRIN–Poltekkes Raih Juara Hackathon Asia Pasifik Lewat Aplikasi AI Nutrisi Anak

Prof Rifky mengatakan, capaian tersebut memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas institusi dan disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi kesehatan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Sinergi perguruan tinggi, lembaga riset nasional, institusi pendidikan kesehatan, dan praktisi lapangan menjadi kekuatan kami dalam mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan nyata masyarakat” tambahnya.

Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 diselenggarakan Academic Medicine Innovation Institute (AMII) bersama SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI) dan SingHealth International Collaboration Office (ICO).

Kompetisi tersebut tidak hanya bertujuan mencari inovasi unggulan, tetapi juga mendorong pengembangan serta penerapan solusi kesehatan agar manfaatnya dapat diperluas di kawasan Asia-Pasifik.

Sebagai bagian dari penghargaan, tiga tim pemenang memperoleh kesempatan mengikuti Asia-Pacific Global Health Hackathon Incubation Programme selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Program inkubasi tersebut mencakup pendanaan awal untuk pengembangan dan pengujian inovasi, pendampingan dari para ahli, serta dukungan pengembangan dengan nilai keseluruhan hingga SGD 25.000 untuk setiap tim dalam bentuk non-tunai.

Prestasi tersebut turut memperkuat kiprah UNDIP dalam mendorong riset dan inovasi melalui kerja sama multidisiplin serta lintas institusi.

FeedWise menjadi salah satu contoh pengembangan keilmuan dan teknologi yang diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan di Singapura juga membuka peluang bagi FeedWise untuk terus dikembangkan setelah kompetisi berakhir.

Melalui program inkubasi hingga Maret 2027, tim diharapkan dapat menyempurnakan dan menguji inovasi tersebut menuju penerapan yang lebih luas untuk mendukung peningkatan nutrisi dan tumbuh kembang anak di Indonesia maupun kawasan Asia-Pasifik. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Menag Ajak Sivitas UIN Walisongo Jadikan Nilai Al-Qur’an Pedoman di Era Super AI
Pendidikan • 21 September 2026

Menag Ajak Sivitas UIN Walisongo Jadikan Nilai Al-Qur’an Pedoman di Era Super AI

Rekomendasi Redaksi