Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah provinsi dalam memperluas ketersediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.
Melalui peningkatan fasilitas dan promosi, Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor pariwisatanya sekaligus mempertahankan capaian dalam penilaian tingkat nasional.
Jawa Tengah Naik dari Peringkat Kelima ke Posisi Kedua
Keberhasilan Jawa Tengah peringkat kedua destinasi wisata ramah muslim nasional dalam IMTI 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil penilaian sebelumnya.
Pada periode terdahulu, Jawa Tengah menempati peringkat kelima dalam penilaian destinasi ramah muslim di Indonesia.
Tahun ini, posisinya meningkat tiga peringkat hingga menempati urutan kedua secara nasional.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk melanjutkan penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan.
Taj Yasin menekankan pentingnya memanfaatkan momentum penghargaan untuk memperluas pengembangan destinasi ramah muslim yang terintegrasi dengan ekonomi syariah.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan arah pengembangan pariwisata berkelanjutan yang dipersiapkan pemerintah provinsi menyongsong 2027.
Melalui kerja sama dengan Bank Indonesia serta para pemangku kepentingan terkait, pemerintah berupaya memperluas penerapan layanan ramah muslim di berbagai sektor pariwisata.
Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya diarahkan pada satu jenis fasilitas, tetapi mencakup kebutuhan wisatawan selama berada di destinasi.