Konten Semarang
Regional

Jateng Masuk 10 Kandidat Jamsostek Award 2026, Ini Programnya

Jawa Tengah masuk 10 kandidat Jamsostek Award 2026 atas perluasan perlindungan pekerja informal, termasuk pengajar agama dan petani tembakau.

Jateng Masuk 10 Kandidat Jamsostek Award 2026, Ini Programnya
Jateng Masuk 10 Kandidat Jamsostek Award 2026, Ini Programnya

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil masuk dalam daftar 10 kandidat pemerintah provinsi pada penilaian nasional Jamsostek Award 2026. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan dan program yang dijalankan untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Perluasan perlindungan bagi pekerja informal menjadi salah satu fokus yang dipaparkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di hadapan Tim Penilai Tingkat Pusat. Presentasi tersebut berlangsung di Pullman, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menjelaskan sejumlah langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan regulasi, dukungan penganggaran, serta kerja sama dengan berbagai pihak agar perlindungan dapat menjangkau lebih banyak kelompok pekerja.

Menurut Taj Yasin, jaminan terhadap risiko kecelakaan kerja tidak seharusnya hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki pekerjaan di sektor formal.

Pekerja yang menjalankan aktivitas ekonomi di luar sektor formal juga membutuhkan perlindungan ketika menghadapi risiko selama bekerja.

“Kecelakaan kerja bukan hanya orang-orang yang kerja di formal saja, akan tetapi menjaga kecelakaan kerja dari masyarakat kita yang nonformal,” kata Taj Yasin.

Pemprov Jateng Perluas Perlindungan Pekerja Rentan

Taj Yasin menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memperluas jangkauan program jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk bagi kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan.

Salah satu program yang telah dijalankan adalah pemberian perlindungan kepada pengajar keagamaan lintas agama.

Program tersebut mengintegrasikan pemberian insentif dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sehingga para penerima manfaat juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Menurut Taj Yasin, pelaksanaan berbagai program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor.

Kerja sama yang telah dibangun menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memperluas manfaat jaminan sosial kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kolaborasi-kolaborasi itu, hari ini kami diminta atau diberi kesempatan untuk mempresentasikan perlindungan pekerja yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Taj Yasin berharap kerja sama yang telah berlangsung dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan terhadap risiko pekerjaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang turut mendukung pelaksanaan berbagai program perlindungan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Kepesertaan Jaminan Sosial Jateng Naik Jadi 39 Persen

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Cahyaning Indriasari, menjelaskan bahwa Jamsostek Award menjadi salah satu ajang untuk mengukur komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan ketenagakerjaan.

Penilaian tersebut berkaitan dengan upaya mencapai cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh atau Universal Coverage Jamsostek.

Menurut Cahyaning, Jawa Tengah menunjukkan peningkatan cakupan kepesertaan dalam dua tahun terakhir yang dipaparkannya.

Pada 2024, cakupan

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Bakti TNI AD 2026 di Banyumas dan Kebumen digelar 60 hari. Program meliputi jalan beton 2.255 meter, 22 jembatan dan rehabilitasi 150 rumah.
Regional • 17 Oktober 2026

Ahmad Luthfi Buka Bakti TNI AD 2026, Ini Programnya

Rekomendasi Redaksi