Identitas Boyolali sebagai Kota Susu juga menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini. Panitia menyediakan susu asli Boyolali sebagai minuman penyegar bagi peserta setelah berlari.
Fety, peserta asal Solo yang kembali mengikuti Susurun tahun ini, mengaku telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan sebelumnya. Ia merasakan dukungan warga di sepanjang rute semakin meriah pada pelaksanaan kali ini.
Menurut Fety, sambutan masyarakat menjadi salah satu pengalaman berkesan selama mengikuti lomba. Ia berharap kegiatan mendatang berlangsung lebih semarak dan mampu menarik lebih banyak pelari.
Hal senada disampaikan Revan, peserta asal Semarang yang mengikuti lomba dengan mengenakan kostum Bujang Ganong, salah satu karakter dalam kesenian Reog Ponorogo.
Ia berharap dapat kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya dengan mengenakan kostum yang lebih menarik.
“Tahun depan semoga bisa ikut lagi, memakai kostum lain yang lebih keren, dan ikut mempromosikan susu Boyolali, susunya segar,” pungkasnya. (*)