Menurut Aris, basis keanggotaan yang besar serta keberadaan anggota yang dekat dengan kehidupan masyarakat membuat kedua organisasi tersebut memiliki peluang untuk berperan lebih luas.
Peran itu antara lain dalam membantu penanggulangan bencana serta menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
“Bagus sekali organisasi ini, harus digodok dan ditumbuhkan terus, termasuk untuk kesejahteraan anggotanya,” ujar dia.
Aris juga mengungkapkan adanya rencana agar model apel akbar Satlinmas yang diselenggarakan di Jawa Tengah dapat diterapkan di daerah lain.
Rencana tersebut, menurut dia, telah dibicarakan bersama Reda Manthovani dalam kapasitasnya sebagai Pembina Satlinmas.
“Ini bagus sekali, tadi saya sudah berbicara dengan Pembina Satlinmas, yakni Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Prof Reda Manthovani, agar apel akbar ini juga dilaksanakan di tempat lain,” katanya.
Pengukuhan Teguh Subroto Ketua DPD Aslinmas Jawa Tengah juga berlangsung dalam momentum yang membawa semangat pembaruan organisasi melalui konsep “Hansip Reborn”.
Konsep tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini identik dengan hansip, namun dengan pola kerja yang lebih profesional dan disesuaikan dengan tantangan masyarakat saat ini.
Peran perlindungan masyarakat juga tidak hanya diarahkan pada persoalan keamanan lingkungan.
Perhatian turut diberikan terhadap tantangan yang berkembang di ruang digital.