Konten Semarang
Regional

7.990 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jateng XVII 2026

Porprov Jateng XVII 2026 akan diikuti 7.990 atlet serta 1.911 oficial, memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga pada Oktober 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin

KONTENSEMARANG.COM - Porprov Jateng XVII tahun 2026 bakal diikuti 7.990 atlet bersama 1.911 oficial dari berbagai kabupaten/kota. Dalam ajang tersebut, para atlet akan bersaing memperebutkan sebanyak 2.769 medali yang tersedia dari 58 cabang olahraga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Chef de Mission Meeting Porprov Jawa Tengah XVII yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Menurut Taj Yasin, penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga antarkabupaten/kota. Lebih dari itu, ajang tersebut memiliki posisi penting dalam proses pembinaan atlet agar mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

Porprov, kata dia, juga menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam satu misi bersama. Selain menyukseskan penyelenggaraan, agenda tersebut diharapkan mampu menjadi sarana untuk menemukan sekaligus membina atlet-atlet potensial.

"Tujuan kita adalah menyatukan misi agar agenda Porprov ke-17 mampu membina para atlet, sehingga ke depan kita bisa menambah medali untuk Indonesia," ujar Taj Yasin.

Potensi atlet Jawa Tengah, lanjut dia, sudah terlihat melalui berbagai prestasi yang diraih dalam ajang olahraga internasional. Salah satunya ditunjukkan pada Asian Games 2026, ketika atlet asal Jawa Tengah ikut memberikan kontribusi medali bagi kontingen Indonesia.

Dari lima medali emas yang telah diperoleh Indonesia dalam ajang tersebut, dua di antaranya disumbangkan oleh atlet Jawa Tengah. Selain medali emas, Jawa Tengah juga turut berkontribusi melalui raihan medali perak dari cabang olahraga menembak serta dua medali perunggu dari cabang wushu.

"Ini yang harus terus kita pupuk," katanya.

Taj Yasin menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, Porprov XVII Jawa Tengah 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu tahapan pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ia juga berharap seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mampu menjadi satu kesatuan dalam upaya membangun prestasi olahraga. Kesuksesan penyelenggaraan Porprov XVII bahkan diharapkan dapat menjadi salah satu bukti kesiapan Jawa Tengah apabila nantinya mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah PON berikutnya.

"Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya," jelasnya.

Untuk mencapai harapan tersebut, Taj Yasin menegaskan perlunya dukungan dari seluruh unsur masyarakat. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian pertandingan sekaligus memberikan dukungan kepada atlet yang berlaga.

Dalam kesempatan itu, ia pun mengajak masyarakat untuk datang, meramaikan pertandingan, serta memberikan dukungan kepada para atlet selama penyelenggaraan Porprov.

"Mari ramaikan dan kita sukseskan bersama," ajaknya.

Selain menjadi ajang kompetisi dan pembinaan olahraga, Porprov juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dampak tersebut antara lain muncul melalui aktivitas dan pergerakan atlet, official, suporter, maupun masyarakat yang hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Taj Yasin juga menyoroti peran Chef de Mission atau CdM dalam setiap kontingen. Menurutnya, CdM mempunyai posisi strategis karena bertugas memimpin sekaligus memastikan berbagai kebutuhan atlet dapat terpenuhi selama kompetisi berlangsung.

Dalam pelaksanaan Porprov, Chef de Mission Porprov Jawa Tengah juga menjadi penghubung antara atlet dan pihak penyelenggara. Peran tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan peserta, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan lainnya selama kompetisi.

Selain memastikan kebutuhan teknis atlet terpenuhi, CdM juga diminta memberikan perhatian terhadap kondisi mental para atlet. Dukungan dan motivasi diperlukan terutama ketika atlet mengalami penurunan mental selama mengikuti pertandingan.

"Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko menyampaikan bahwa Chef de Mission Meeting memiliki arti penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov XVII.

Dalam forum tersebut, berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan dibahas secara menyeluruh. Pembahasan mencakup kesiapan venue pertandingan, akomodasi, konsumsi, transportasi, keamanan, kesehatan, perangkat pertandingan, hingga berbagai aspek teknis dan pelayanan lainnya.

"Kami berharap seluruh peserta, khususnya Chef de Mission kontingen kabupaten/kota, memperoleh gambaran yang jelas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Porprov," ujar Sudjarwanto.

Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan mulai mempertandingkan sejumlah cabang olahraga pada 20 Oktober 2026. Sementara pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026.

Seluruh rangkaian Porprov XVII Jawa Tengah 2026 ditargetkan berakhir pada 30 Oktober 2026. Sebanyak 7.990 atlet dan 1.911 oficial akan mengikuti ajang tersebut dengan memperebutkan total 2.769 medali dari 58 cabang olahraga. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Seleksi Perangkat Desa Sawangan Gunakan CAT dari FST UHB
Regional • 02 Oktober 2026

Seleksi Perangkat Desa Sawangan Gunakan CAT dari FST UHB

Rekomendasi Redaksi