"Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya," jelasnya.
Untuk mencapai harapan tersebut, Taj Yasin menegaskan perlunya dukungan dari seluruh unsur masyarakat. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan rangkaian pertandingan sekaligus memberikan dukungan kepada atlet yang berlaga.
Dalam kesempatan itu, ia pun mengajak masyarakat untuk datang, meramaikan pertandingan, serta memberikan dukungan kepada para atlet selama penyelenggaraan Porprov.
"Mari ramaikan dan kita sukseskan bersama," ajaknya.
Selain menjadi ajang kompetisi dan pembinaan olahraga, Porprov juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dampak tersebut antara lain muncul melalui aktivitas dan pergerakan atlet, official, suporter, maupun masyarakat yang hadir selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Taj Yasin juga menyoroti peran Chef de Mission atau CdM dalam setiap kontingen. Menurutnya, CdM mempunyai posisi strategis karena bertugas memimpin sekaligus memastikan berbagai kebutuhan atlet dapat terpenuhi selama kompetisi berlangsung.
Dalam pelaksanaan Porprov, Chef de Mission Porprov Jawa Tengah juga menjadi penghubung antara atlet dan pihak penyelenggara. Peran tersebut berkaitan dengan berbagai kebutuhan peserta, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kebutuhan lainnya selama kompetisi.
Selain memastikan kebutuhan teknis atlet terpenuhi, CdM juga diminta memberikan perhatian terhadap kondisi mental para atlet. Dukungan dan motivasi diperlukan terutama ketika atlet mengalami penurunan mental selama mengikuti pertandingan.
"Ketika mental mereka turun, kita sekaligus menjadi motivator untuk para atlet. Ini yang harus kita bantu dan kita tekankan pada acara kali ini," katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko menyampaikan bahwa Chef de Mission Meeting memiliki arti penting untuk menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov XVII.